Pasti kalian sering deh dengar anak remaja sekitar SMP atau SMA mungkin SD yang merokok, ya bukan berita baru lagi. Rokok udah mulai merajalela dikalangan remaja, entah apa yang ada dipikiran anak-anak remaja saat ini.
Buat kalian para ladies pernah ngga punya cowok atau orang yang kalian sayang yang awalnya alim, baik trus tiba-tiba denger kabar kalau si doi udah coba merokok? Yakin deh ngga sedikit cewek yang pernah ngerasain hal itu. Ya, termasuk aku sekarang ini. Awalnya kecewa banget, percaya ngga percaya tapi kenyataannya emang bener. Hati rasanya berat buat nerima, tapi kalauemang sayang? Ya, setidaknya ngingetin si doi supaya jangan kecanduan sama rokok apalagi sampai coba-coba narkoba. Jangan sampai deh-_-
Remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar. Studi menunjukkan bahwa siswa lebih mungkin untuk merokok daripada orang dewasa. Apalagi berdasarkan hasil riset terbaru mengatakan bahwa remaja merokok setiap tahun semakin meningkat. Pada umumnya mereka mengaku sudah mulai merokok antara usia 9 hingga 12 tahun.
Saat ini terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia yang 45% masih pelajar. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta remaja. Setiap tahunnya, diperkirakan 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila konsumsi tembakau tidak dihentikan secepatnya.
Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan atau terbujuk rayuan teman. Diperoleh dari hasil angket Yayasan Jantung Indonesia sebanyak 77% siswa merokok karena ditawari teman. Sehingga tanpa mereka sadari racun berlahan menggerogoti tubuhnya.
Bahaya merokok bagi pelajar diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa disebut penuaan dini.
Jangan menganggap merokok bisa membantu menghilangkan stress saat ujian. Bukti medis menunjukkan bahwa merokok tidak menenangkan. Ini hanya efek sementara nikotin yang memberikan rasa tenang sesaat. Setelah itu jika sudah selesai merokok stress akan kembali lagi.
Jadi kamu para pria remaja ingat-ingat lah jaga kesehatanmu, kalau memang ini jalan supaya kamu bisa tenang kamu salah total, ini sama aja kamu bunuh diri dengan meracuni diri sendiri dengan nikotin, lebih baik kamu sholat minta bantuan sama Tuhan kamu juga akan tenang, ngga akan kamu terserang penyakit mematikan.
Salam Par Praa;)
Buat kalian para ladies pernah ngga punya cowok atau orang yang kalian sayang yang awalnya alim, baik trus tiba-tiba denger kabar kalau si doi udah coba merokok? Yakin deh ngga sedikit cewek yang pernah ngerasain hal itu. Ya, termasuk aku sekarang ini. Awalnya kecewa banget, percaya ngga percaya tapi kenyataannya emang bener. Hati rasanya berat buat nerima, tapi kalauemang sayang? Ya, setidaknya ngingetin si doi supaya jangan kecanduan sama rokok apalagi sampai coba-coba narkoba. Jangan sampai deh-_-
Remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar. Studi menunjukkan bahwa siswa lebih mungkin untuk merokok daripada orang dewasa. Apalagi berdasarkan hasil riset terbaru mengatakan bahwa remaja merokok setiap tahun semakin meningkat. Pada umumnya mereka mengaku sudah mulai merokok antara usia 9 hingga 12 tahun.
Saat ini terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia yang 45% masih pelajar. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta remaja. Setiap tahunnya, diperkirakan 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila konsumsi tembakau tidak dihentikan secepatnya.
Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan atau terbujuk rayuan teman. Diperoleh dari hasil angket Yayasan Jantung Indonesia sebanyak 77% siswa merokok karena ditawari teman. Sehingga tanpa mereka sadari racun berlahan menggerogoti tubuhnya.
Bahaya merokok bagi pelajar diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa disebut penuaan dini.
Jangan menganggap merokok bisa membantu menghilangkan stress saat ujian. Bukti medis menunjukkan bahwa merokok tidak menenangkan. Ini hanya efek sementara nikotin yang memberikan rasa tenang sesaat. Setelah itu jika sudah selesai merokok stress akan kembali lagi.
Jadi kamu para pria remaja ingat-ingat lah jaga kesehatanmu, kalau memang ini jalan supaya kamu bisa tenang kamu salah total, ini sama aja kamu bunuh diri dengan meracuni diri sendiri dengan nikotin, lebih baik kamu sholat minta bantuan sama Tuhan kamu juga akan tenang, ngga akan kamu terserang penyakit mematikan.
Salam Par Praa;)



0 komentar:
Posting Komentar