Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Penantian

Aku sudah lelah dengan mereka yang hanya datang berkata namun tidak membuktikannya
Aku sudah lelah dengan mereka yang datang lalu pergi dan hanya meninggalkan luka di hati
Aku sudah tak ingin membuatMu cemburu karna lebih memikirkan ciptaanMu

Ya Allah jika kau ijinkan aku jatuh cinta nanti
Jatuh cinta kan aku pada hambaMu yang mencintaiMu lebih dari apapun
Bahkan yang mencintaiMu lebih dari cintanya pada hamba
Bantu hamba untuk menjemputnya dalam sepertiga malam
Bantu hamba untuk menjemputnya dalam istikharah

Dua Puluh Hari Setelah Kepergianmu

Disini, didalam kamar gelap ini
Aku kembali menjalani rutinitasku
Merindukanmu..
Sebuah rasa rindu yang menjadi sahabatku dalam malam-malamku
Rindu itu kerap datang dan tak mau pergi
Menjadi sesuatu yang keras dan menempel di fikiranku
Ya, aku masih selalu merindukanmu setiap malamku
Kemudian..
Aku mulai menangisi beberapa penyesalanku
Menangisi beberapa kesakitanku
Mencoba bertahan dengan sekuat tenagaku
Dan selalu mencoba menyemangati diriku

Seberkas Rinduku


Kepada Seorang Hamba


Untukmu Yang Selalu Ku Semogakan

Cinta dalam diam
Yang tak perlu kau ucap
Namun kau dekap dalam doa
Bagiku itu adalah hal yang amat sulit terlebih pahit.

Untuk Dirimu

Tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi

Jatuh dan merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku berhenti untuk percaya orang lain. Dikhianati dan membuatku pesimis terhadap cinta. Seperti burung kecil yang baru belajar terbang, dunia menyuruhku untuk belajar semua hal dalam waktu singkat. Aku dipaksa untuk menentukan segala-galanya seorang diri. 

Selamat Jalan Kekasih

Aku pernah bermimpi
Kamu disini, denganku
Kita bercanda gurau
Tersenyum bersama
Tertawa bersama

Terus berulang-ulang
Dengan waktu lama
Melukis momen 
Yang tak akan terjadi untuk kedua kalinya

Kau mampu

Kau dan aku
Kita hampir sama
Menangis dalam tawa
Dan tersenyum dalam tangis

Memang, senyuman yang tulus
Hanya datang sesaat
Selamanya, kita mengharapkan hal itu
Senyuman yang tulus

Tempat Seharusnya

Kau bagaikan sebuah pena
Dan aku bagaikan sebuah kertas
Kau goreskan tinta secara perlahan
Mengajarkanku banyak hal

Kau tak pernah lelah menulis untukku
Berbagi apa yang kau tahu
Dan menjadikan aku sebagai orang yang berguna

Dulu kau kuat menggendongku
Kini kau terlihat lemah
Rambutmu yang dulu terlihat hitam mengkilat
Kini terlihat putih
Tanganmu yang dulu ku sentuh halus
Kini terlihat keriput

Aku Tak Berhak


Aku, mencoba ikhlas dengan semua yg terjadi
Meski hati tak rela tapi aku harus merelakan kamu meilih yg lain

Karna aku
Tak berhak untuk melarang
Tak berhak untuk meminta
Dan tak berhak untuk cemburu

Seperti inilah aku
Bukanlah siapa-siapa
Hanyalah manusia biasa, yg tak sempurna

Harapanku

Aku berharap dalam diamku
Berharap perasaan yang sama terjadi padamu

Rindu..
Rindu yg tak kunjung habis
Seiring waktu berjalan
Aku tetap merindukanmu

Disaat mata melihatmu
Akupun terdiam menatapmu
Dengan hangat, merasakan cinta
Entah mengapa bibirku terasa kelu
Takbisa ungkapkan bahwa aku merindu

up