Untuk apa kau mengajariku berlari?

Entah telah berapa kali aku mencoba melangkah mundur, berbalik arah meninggalkan sosokmu tanpa melihat lagi. Entah telah berapa kali aku gagal mengambil langkah itu, begitu sulit rasanya untuk berbalik arah, menjauh pergi meninggalkan sejuta kenangan bersamamu.

Kamu selalu bisa mengajariku kembali kemasa yang seharusnya aku lupakan, kamu selalu bisa membuatku melangkah lagi untuk mengejarmu kembali. Tapi sehabis itu, Kamu diamkan aku sesuka hatimu, kamu pergi menjauh lagi dan lebih jauh dan sangat jauh. Kamu tak pernah tahu saat aku kelelahan, kamu tak pernah tahu saat aku terjatuh, kamu juga tak pernah tahu saat aku kehilangan arah mengejarmu.

Aku lelah, Sayang :')

Tak terhitung lagi langkah kaki yang telah kulalui sejauh ini, tak terhitung lagi berapa lama perasaan itu telah ada. Aku mulai melangkah lagi, mengejar entah apa yang akan aku dapatkan diujung jalanku nanti. Melihat ke sekeliling aku tersadar, aku sendiri, berjalan menyusuri ruang kosong seperti tak berujung. Aku kembali melangkah, kemudian terselip ingatan dalam benakku, mencoba memasuki fikiran tanpa permisi. Seseorang bersamaku, iya itu kamu, menggenggam tanganku dengan erat seakan tak ingin kau lepaskan, lalu kau bisikkan kata-kata yang tak pernah aku duga sebelumnya, kau lantunkan alunan musik melodi indah dan kau seketika mampu menghentikan waktu untukku.

7 Kebiasaan buruk pria yang dibenci wanita

7 Kebiasaan buruk pria yang dibenci wanita

Setiap manusia tentu memiliki beberapa kebiasaan yang menjengkelkan kan. Asal masih dapat ditolerir, kebiasaan itu tidaklah mengganggu. Sayangnya, pria kadang suka melakukan hal-hal buruk yang tidak bisa diterima. Apa saja? Penasaran deh! Berikut adalah tujuh kebiasaan paling menyebalkan yang sering dilakukan pria, seperti dilansir Boldsky:

Mungkin aku terlalu HINA!

Dalam hidup, ngga selamanya aku bisa tertawa, ngga selamanya aku bisa tersenyum. Ada kalanya aku menangis. Mungkin aku sudah hina telah berbohong pada dunia, aku tersenyum dan aku tertawa, tapi pada dasarnya hanya sebagian kecil dari mereka yang tahu bahwa aku juga menangis.

Dilangit, aku hanya bagaikan bintang kecil diujung sana yang tak berarti apa-apa. Ketika hujan akan datang aku meredup dan tertutup oleh awan, tak sama seperti mereka yang masih tetap bertahan dengan cahayanya. 

Dilautan, aku hanya bagaikan bintang laut, menyerahkan diri dibawa ombak. Apa mereka tahu sesakit apa aku? Tertabrak karang dilautan, tertabrak bebatuan dipinggir pantai, tertimbun pasir, atau bahkan terdampar di tepian pantai. 

up