Tak terhitung lagi langkah kaki yang telah kulalui sejauh ini, tak terhitung lagi berapa lama perasaan itu telah ada. Aku mulai melangkah lagi, mengejar entah apa yang akan aku dapatkan diujung jalanku nanti. Melihat ke sekeliling aku tersadar, aku sendiri, berjalan menyusuri ruang kosong seperti tak berujung. Aku kembali melangkah, kemudian terselip ingatan dalam benakku, mencoba memasuki fikiran tanpa permisi. Seseorang bersamaku, iya itu kamu, menggenggam tanganku dengan erat seakan tak ingin kau lepaskan, lalu kau bisikkan kata-kata yang tak pernah aku duga sebelumnya, kau lantunkan alunan musik melodi indah dan kau seketika mampu menghentikan waktu untukku.
Kini, sosokmu tak lagi ada, kabarmu tak lagi bisa ku dengar, dimana kamu? Aku mencarimu disetiap sudut kota. Aku merindukanmu. Saat jari ini menyentuh wajahmu, saat tangan ini menggenggam erat kembali tanganmu dan saat aku mulai bersandar lagi dibahumu.
Aku tak pernah tahu isi hatimu, aku juga tak pernah bisa mencoba menebak jalan fikiranmu. Siapa aku dihatimu? Sehingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratan siksaanmu. Seperti inikah caramu mencintaiku? Ataukah kamu memang tak benar-benar mencintaiku? Sayang, boneka kecilmu ini tak pantas menjadi wanita super, wayang yang sering kau permainkan juga perlu kebahagiaan bersamamu. Hentikan segera kesunyian ini, janganlah lagi kau buat aku menangis, janganlah lagi kau buat aku menunggu terlalu lama. Masihkah kurang bukti cintaku selama ini? Apa aku harus melalui lagi rintangan yang harusnya tidak kulalui sesulit ini? Sejauh apa lagi aku harus melangkah mengejar bayangmu yang selalu mencoba pergi?
Sayang, aku lelah menunggu terlalu lama.
Kembalilah, aku merindukanmu.
Salam Par Praa;)
Kini, sosokmu tak lagi ada, kabarmu tak lagi bisa ku dengar, dimana kamu? Aku mencarimu disetiap sudut kota. Aku merindukanmu. Saat jari ini menyentuh wajahmu, saat tangan ini menggenggam erat kembali tanganmu dan saat aku mulai bersandar lagi dibahumu.
Aku tak pernah tahu isi hatimu, aku juga tak pernah bisa mencoba menebak jalan fikiranmu. Siapa aku dihatimu? Sehingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratan siksaanmu. Seperti inikah caramu mencintaiku? Ataukah kamu memang tak benar-benar mencintaiku? Sayang, boneka kecilmu ini tak pantas menjadi wanita super, wayang yang sering kau permainkan juga perlu kebahagiaan bersamamu. Hentikan segera kesunyian ini, janganlah lagi kau buat aku menangis, janganlah lagi kau buat aku menunggu terlalu lama. Masihkah kurang bukti cintaku selama ini? Apa aku harus melalui lagi rintangan yang harusnya tidak kulalui sesulit ini? Sejauh apa lagi aku harus melangkah mengejar bayangmu yang selalu mencoba pergi?
Sayang, aku lelah menunggu terlalu lama.
Kembalilah, aku merindukanmu.
Salam Par Praa;)


0 komentar:
Posting Komentar