Entah ini sudah yang ke-berapa kalinya. Aku mencemburuimu, dengan beberapa teman wanita disekelilingmu. Mungkin mereka membuatmu tertawa dengan cerita konyol dan cerita fact yang mereka punya. Mungkin. Seakan aku tak melihat, seakan aku tak merasa, seakan aku tak mengetahui. Aku mungkin terdiam membisu seakan-akan aku disibukkan dengan semua tugasku, ya kamu tahu itu. Tapi tanpa kamu ketahui, aku mengetahuinya, mencari jejak demi jejak untuk menyusun sebuah permainan puzzle.
Konyol. Seakan semua hanya terbang terbawa angin semilir pantai, semua pemberianmu entah akan kuartikan apa. Mungkin aku sama, sama dengan mereka yang juga berada disekelilingmu. Aku mulai mencoba memercayaimu, setelah sekian lama aku ragu untuk memberimu kepercayaan.

