Disini, didalam kamar gelap ini
Aku kembali menjalani rutinitasku
Merindukanmu..
Sebuah rasa rindu yang menjadi sahabatku dalam malam-malamku
Rindu itu kerap datang dan tak mau pergi
Menjadi sesuatu yang keras dan menempel di fikiranku
Ya, aku masih selalu merindukanmu setiap malamku
Kemudian..
Aku mulai menangisi beberapa penyesalanku
Menangisi beberapa kesakitanku
Mencoba bertahan dengan sekuat tenagaku
Dan selalu mencoba menyemangati diriku
Disini, dimalam sunyi ini
Aku tak pernah lagi mendengar suaramu
Suara dibalik telpon yg bisa membuatku kembali bersemangat lagi
Suara berat khasmu yg selalu ku rindukan
Disini, dimalam sunyi ini juga
Aku tak pernah lagi melihat wajahmu
Maafkan aku tuan, aku selalu merindukan lekukan wajahmu
Aku selalu inginkan hadirmu disini
Maafkan aku..
Kita hanya bisa bertemu dalam mimpi untuk saat ini
Terlalu sabar hingga mengikis luka
Terkadang menjadi gambaran negatif tentang hidupmu
Ketika posesif merajai diri dan tak bisa lagi hidup dalam kata percaya
Tuan..
Dapatkah kau merasakan rindu ini menggebu-gebu disetiap malammu?
Dapatkah kau jelaskan perasaan yang kau alami setiap malammu tanpa hadirku?
Sama kah sepertiku?
Atau sebaliknya? Kau dapat tertawa bahagia dengan wanita-mu
Aku masih sama
Perasaanku masih ada, masih sama seperti sebelumnya
Aku tak bisa mencoba melupakanmu
Aku tak bisa mencoba untuk membencimu
Berkali-kali kucoba untuk mengerti dan menahan rasa yang ada
Menghiraukan semua yang mendatangiku tiada henti
Terlalu banyak cinta dan rindu yang kusimpan dalam penantianku untukmu
Tuan..
Maafkan aku, aku masih menyakiti diriku sendiri dengan memikirkanmu
Maafkan aku, aku masih memiliki harapan terhadapmu
Tuan..
Bisakah kau menjaga cinta dan rindu ini dalam balutan doa disetiap sepertiga malammu?
Aku tahu, aku bukan prioritas dalam doa-doamu
Namun, tidak bisakah kau menyelipkan namaku dalam sedikit doamu?
Terkadang aku lelah dalam setiaku
Tapi tertahan oleh rasa
Jangan pernah tanyakan apakah selalu engkau didalam sini
Cukup jaga aku dalam doa-doamu.
Karena kamu yang selalu menjadi doaku.
Aku kembali menjalani rutinitasku
Merindukanmu..
Sebuah rasa rindu yang menjadi sahabatku dalam malam-malamku
Rindu itu kerap datang dan tak mau pergi
Menjadi sesuatu yang keras dan menempel di fikiranku
Ya, aku masih selalu merindukanmu setiap malamku
Kemudian..
Aku mulai menangisi beberapa penyesalanku
Menangisi beberapa kesakitanku
Mencoba bertahan dengan sekuat tenagaku
Dan selalu mencoba menyemangati diriku
Disini, dimalam sunyi ini
Aku tak pernah lagi mendengar suaramu
Suara dibalik telpon yg bisa membuatku kembali bersemangat lagi
Suara berat khasmu yg selalu ku rindukan
Disini, dimalam sunyi ini juga
Aku tak pernah lagi melihat wajahmu
Maafkan aku tuan, aku selalu merindukan lekukan wajahmu
Aku selalu inginkan hadirmu disini
Maafkan aku..
Kita hanya bisa bertemu dalam mimpi untuk saat ini
Terlalu sabar hingga mengikis luka
Terkadang menjadi gambaran negatif tentang hidupmu
Ketika posesif merajai diri dan tak bisa lagi hidup dalam kata percaya
Tuan..
Dapatkah kau merasakan rindu ini menggebu-gebu disetiap malammu?
Dapatkah kau jelaskan perasaan yang kau alami setiap malammu tanpa hadirku?
Sama kah sepertiku?
Atau sebaliknya? Kau dapat tertawa bahagia dengan wanita-mu
Aku masih sama
Perasaanku masih ada, masih sama seperti sebelumnya
Aku tak bisa mencoba melupakanmu
Aku tak bisa mencoba untuk membencimu
Berkali-kali kucoba untuk mengerti dan menahan rasa yang ada
Menghiraukan semua yang mendatangiku tiada henti
Terlalu banyak cinta dan rindu yang kusimpan dalam penantianku untukmu
Tuan..
Maafkan aku, aku masih menyakiti diriku sendiri dengan memikirkanmu
Maafkan aku, aku masih memiliki harapan terhadapmu
Tuan..
Bisakah kau menjaga cinta dan rindu ini dalam balutan doa disetiap sepertiga malammu?
Aku tahu, aku bukan prioritas dalam doa-doamu
Namun, tidak bisakah kau menyelipkan namaku dalam sedikit doamu?
Terkadang aku lelah dalam setiaku
Tapi tertahan oleh rasa
Jangan pernah tanyakan apakah selalu engkau didalam sini
Cukup jaga aku dalam doa-doamu.
Karena kamu yang selalu menjadi doaku.


0 komentar:
Posting Komentar