Jatuh Cinta Diam-diam pada Sahabat

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuman bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan. Jatuh Cinta Sendirian" - Raditya Dika

Hanya Kamu Yang Bisa Aku Harapkan

Entah ini sudah yang ke-berapa kalinya. Aku mencemburuimu, dengan beberapa teman wanita disekelilingmu. Mungkin mereka membuatmu tertawa dengan cerita konyol dan cerita fact yang mereka punya. Mungkin. Seakan aku tak melihat, seakan aku tak merasa, seakan aku tak mengetahui. Aku mungkin terdiam membisu seakan-akan aku disibukkan dengan semua tugasku, ya kamu tahu itu. Tapi tanpa kamu ketahui, aku mengetahuinya, mencari jejak demi jejak untuk menyusun sebuah permainan puzzle.

Konyol. Seakan semua hanya terbang terbawa angin semilir pantai, semua pemberianmu entah akan kuartikan apa. Mungkin aku sama, sama dengan mereka yang juga berada disekelilingmu. Aku mulai mencoba memercayaimu, setelah sekian lama aku ragu untuk memberimu kepercayaan. 

Tugas baruku, perlahan Belajar Mengikhlaskan

Di pertemuan malam, aku melemaskan perasaan, menjerit batin mengusung sepi. Di pautan malam yg terbaring begini, yang ku kutip hanyalah segenggam sunyi. Serangan angin semilir, merisik rasa mengusik jiwa. Menembusi jaring-jaring mendadak membuatkan tubuh ku menggigil seksa. Dalam detik yg menyesak ini. Suara keluhan menyimpul, menanyakan sebuah perasaan dari pengalaman silam yang lama ku pendam. Malam pun kian larut. Dalam kedinginan ini, riuh bandar sudah lama tenggelam. Tenggelam bersama malam, juga tenggelam bersama rahasianya.

Hitam, kelam, tak bercahaya. Malam kelabu, dingin, tak berbintang. Harus ku sebut dengan sebutan apa malam ini?

Seperti Sepotong Senja Menghampiri Mereka, Aku Merindukanmu

Dikala sepotong senja yg menghampiri mereka, tetap saja bisu dan temaram seperti deru ombak yg diselimuti debu. Senja yg tertutup awan, sama seperti kenangan. Hampir sehat tapi tertahan, karena sepotong hati yg masih bertahan, menunggu lepas dari perabaian.

Hitam, semua hitam. Gelap, semua gelap. Aku bukan tak butuh penerangan untuk menerangi hari-hariku, tapi, aku kehilangan. Kehilangan cahayaku. Dimana? Dimana dia? Dia telah memiliki tempat untuk diterangi, pemilik baru untuknya. Mungkin dia bosan, atau mungkin dia lelah menerangi hari-hariku.

Ketika sepasang burung merpati bahagia

'Beautiful night', aku hanya punya satu alasan mengapa aku bisa berbicara seperti itu. Bulan yang cantik, dan ditemani bintang-bintang. Bukan karna orang special. Bukan.

Aku termenung disebuah taman sendirian, dibawah renungan bulan purnama aku kembali membuka satu demi satu album foto itu, mungkin yg terakhir kalinya.

Long Distance Relationship

Kamu adalah angin yang berhembus setiap harinya, tidak pernah tersentuh.
Kamu adalah butiran salju yang mengguyur Eropa pada penghujung Januari, Dingin.
Sebenarnya aku masih penasaran, kamu sebenarnya tahu atau tidak tentang bagaimana perasaanku? Bukan hitam bukan juga putih, mungkin abu-abu.

Sama seperti malam-malam sebelumnya, aku berdua dengan handphone, tersenyum melihat layarnya, dan tertawa mendengar suara darinya. Iya, itu kamu. Menghiburku dengan; sedikit tawa kecilmu diseberang sana, apalagi ledekan-ledekanmu yg terkadang memang membuatku kesal. Walau hanya melalui pesan singkat dan telfon, kamu mampu membuat imajinasiku berjalan; membayangkan disini aku sedang bersamamu, bertukar cerita, dan tertawa bersama. Kamu tahu tidak, suaramu itu selalu aku rindukan, yg mampu membuatku tenang.

Selamat Jalan Kekasih

Aku pernah bermimpi
Kamu disini, denganku
Kita bercanda gurau
Tersenyum bersama
Tertawa bersama

Terus berulang-ulang
Dengan waktu lama
Melukis momen 
Yang tak akan terjadi untuk kedua kalinya

Menggores Cerita Masa Lalu

Malam yang indah, ya malam minggu yg sungguh indah. bulan dan bintang bernyanyi dan menari bersama, bagai sepasang kekasih yg terhampar di berbagai sudut kotaku. mereka tertawa dan tersenyum bersama, entahlah apa yg sedang mereka bicarakan. 

Kembali menggores cerita masa lalu. Mengingat secara rinci, melihat secara detail, dan menuliskan dengan hati-hati. Kamu telah kembali, setelah berhasil membuat luka dihati ini semakin tak berbentuk. Menggoreskan dengan tajam, dan mencoba menambah percikan luka yang kau anggap air gula. Manis sekali. 

Lupus? Serigala jahat itu?

Systemic Lupus Erythematosus, penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengidap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Lupus? Serigala? Apa nyambungnya? Ya mungkin banyak yang bertanya-tanya apa nyambungnya penyakit itu dengan seekor hewan. Arti kata lupus sendiri dalam bahasa latin berarti "Serigala". Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad yang lalu. Awalnya, penderita ini dikira mempunyai kelainan pada kulitnya., berupa kemerahan pada sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di bagian bawah wajah dan lengan, panas dan rasa lelah yang berkepanjangan, rambut yang rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada didalam tubuh.

Kau mampu

Kau dan aku
Kita hampir sama
Menangis dalam tawa
Dan tersenyum dalam tangis

Memang, senyuman yang tulus
Hanya datang sesaat
Selamanya, kita mengharapkan hal itu
Senyuman yang tulus

up