Dikala sepotong senja yg menghampiri mereka, tetap saja bisu dan temaram seperti deru ombak yg diselimuti debu. Senja yg tertutup awan, sama seperti kenangan. Hampir sehat tapi tertahan, karena sepotong hati yg masih bertahan, menunggu lepas dari perabaian.
Hitam, semua hitam. Gelap, semua gelap. Aku bukan tak butuh penerangan untuk menerangi hari-hariku, tapi, aku kehilangan. Kehilangan cahayaku. Dimana? Dimana dia? Dia telah memiliki tempat untuk diterangi, pemilik baru untuknya. Mungkin dia bosan, atau mungkin dia lelah menerangi hari-hariku.
Malam tak berbintang, haruskah lagi malam tak berbulan? Pernahkah kau rasakan rasanya jadi aku? Seperti menanti sepotong senja dikala hujan badai menerpa bumi. Bagai memeluk kaktus, yg semakin erat kau peluk, semakin sakit yg kaurasa. Begitulah rasanya menanti. Pernahkah kau ajarkan dia menantimu? Pernahkah kau ajarkan dia pengorbanan sebelum memilikimu? Pernahkah kau ajarkan dia cara mencintaimu yg tulus sebelum menjadi milikmu? Sadarlah, kamu telah berhasil mengajari semua itu padaku. Butuh waktu lama untuk bisa menguasai itu semua. Secepat itukah dia? Apa kau yakin? Lihatlah dia kembali, dan lihatlah aku. Mungkin pakaianku telah kotor penuh noda yg tak mungkin lagi bisa memelukmu, mungkin tanganku tak lagi halus untuk menggenggam kembali tanganmu. Tapi, kamu belum lihat satu hal yg sengaja kau lupakan. Sentuhlah hati ini, lihatlah apa yg akan terjadi. Perlahan tapi pasti. Lihatlah dia akan terbuka dengan sendirinya. Tapi semua kosong, semua hanya khayalanku. Kamu tak benar-benar menyentuhnya, kamu hanya membuatnya patah hingga tak berbentuk lagi. Menggoreskannya secara tajam. Bisakah kau artikan kata 'pengorbanan', itulah yg telah aku lakukan untukmu. Tapi kamu masih tak perduli dengan semua yg ku lakukan, kau pilih dia dan bahagia bersamanya. Aku tak tahu lagi, untuk apa semua pengorbanan ini, sia-sia kah semua? Haruskah aku keluar dari kegelapan ini? Aku hanya ingin, terangilah aku seperti sebelumnya. Lihatlah senyumku yg kembali bersinar untukmu.
Bukan aku yg sebenarnya jika ku katakan aku tidak merindukan sosokmu dikehidupanku.
Iya, aku merindukanmu dikala senja, seperti sepotong senja yg menghampiri mereka:')
Hitam, semua hitam. Gelap, semua gelap. Aku bukan tak butuh penerangan untuk menerangi hari-hariku, tapi, aku kehilangan. Kehilangan cahayaku. Dimana? Dimana dia? Dia telah memiliki tempat untuk diterangi, pemilik baru untuknya. Mungkin dia bosan, atau mungkin dia lelah menerangi hari-hariku.
Malam tak berbintang, haruskah lagi malam tak berbulan? Pernahkah kau rasakan rasanya jadi aku? Seperti menanti sepotong senja dikala hujan badai menerpa bumi. Bagai memeluk kaktus, yg semakin erat kau peluk, semakin sakit yg kaurasa. Begitulah rasanya menanti. Pernahkah kau ajarkan dia menantimu? Pernahkah kau ajarkan dia pengorbanan sebelum memilikimu? Pernahkah kau ajarkan dia cara mencintaimu yg tulus sebelum menjadi milikmu? Sadarlah, kamu telah berhasil mengajari semua itu padaku. Butuh waktu lama untuk bisa menguasai itu semua. Secepat itukah dia? Apa kau yakin? Lihatlah dia kembali, dan lihatlah aku. Mungkin pakaianku telah kotor penuh noda yg tak mungkin lagi bisa memelukmu, mungkin tanganku tak lagi halus untuk menggenggam kembali tanganmu. Tapi, kamu belum lihat satu hal yg sengaja kau lupakan. Sentuhlah hati ini, lihatlah apa yg akan terjadi. Perlahan tapi pasti. Lihatlah dia akan terbuka dengan sendirinya. Tapi semua kosong, semua hanya khayalanku. Kamu tak benar-benar menyentuhnya, kamu hanya membuatnya patah hingga tak berbentuk lagi. Menggoreskannya secara tajam. Bisakah kau artikan kata 'pengorbanan', itulah yg telah aku lakukan untukmu. Tapi kamu masih tak perduli dengan semua yg ku lakukan, kau pilih dia dan bahagia bersamanya. Aku tak tahu lagi, untuk apa semua pengorbanan ini, sia-sia kah semua? Haruskah aku keluar dari kegelapan ini? Aku hanya ingin, terangilah aku seperti sebelumnya. Lihatlah senyumku yg kembali bersinar untukmu.
Bukan aku yg sebenarnya jika ku katakan aku tidak merindukan sosokmu dikehidupanku.
Iya, aku merindukanmu dikala senja, seperti sepotong senja yg menghampiri mereka:')


0 komentar:
Posting Komentar