Ketika sepasang burung merpati bahagia

'Beautiful night', aku hanya punya satu alasan mengapa aku bisa berbicara seperti itu. Bulan yang cantik, dan ditemani bintang-bintang. Bukan karna orang special. Bukan.

Aku termenung disebuah taman sendirian, dibawah renungan bulan purnama aku kembali membuka satu demi satu album foto itu, mungkin yg terakhir kalinya.



Tuhan cobaanmu kali ini berat untukku, aku bahkah sempat putus asa untuk menyerah, kuatkan aku Tuhan.
Haruskah aku berlari sekencang dan sejauh mungkin? Haruskah secepat ini aku mengganti dirinya? Mengapa inginku tak sama seperti inginmu? Mengapa sesulit ini jalan cintaku? Terkutuk kah aku pada cinta? Pernah berdosakah aku terhadap cinta, Tuhan?

Maafkan aku, masih berada disini. Melihat sepasang burung merpati terbang bersama dan menari dan menyanyi bersama. Aku sendiri pun tahu itu kalian, aku tersenyum melihatnya, dia begitu cantik untukmu, dia juga terlihat baik untukmu. Sadarlah aku siapa disini, jauh dibawah kesempurnaan dibanding dia. Maaf, sungguh tak ada niatku mengganggumu dengannya, aku perlahan belajar ikhlas dari sebuah kesalahanku sendiri, bukan, bukan menyesalinya. Aku tak akan pernah menyesal mengenalmu, aku tak akan pernah menyesali kedekatan kita selama ini. Aku hanya perlu bermain dengan waktu, mempelajari detik demi detik yg terbuang untuk memikirkanmu. Sadarlah aku, tak baik menuntut yg bukan milikku, tak baik memikirkan kekasih orang lain.

Kita seperti saling menyakiti, tanpa tahu apa yang patut dibenci. Kita juga seperti saling memendam dendam, tanpa tahu apa yang harus dipermasalahkan. Coba kamu yang jadi aku, apa bisa kamu sesabar aku yang ikhlas memaafkan semua kebohongan dan pengkhianatanmu?

0 komentar:


up