Selamat malam, Tuan..
Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja?
Aku rindu bertukar kabar denganmu. Aku rindu bertukar cerita lagi denganmu hingga larut malam. Dimana dirimu? Sudahkah makanmu malam ini? Sudahkah tunai shalatmu malam ini, Tuan? Aku tak lagi bisa bertanya seperti itu padamu. Sungguh, aku begitu rindu.
Malam ini, tepat empat belas hari yang lalu kepergianmu. Tepat empat belas hari yang lalu kamu mengakhiri segalanya. Aku kehilanganmu.. Aku kehilangan segalanya..
Kamu mau tau tidak? Aku cukup frustasi dengan keputusanmu, aku sempat putus asa dengan hidupku. Aku tak tau harus melakukan apa. Aku merasa Tuhan tak adil dengan hidupku. Aku terlalu putus asa, Tuan. Hatiku hancur dengan sempurna. Aku terus menyalahkan diriku sendiri, aku terus menyalahkan semua keadaan. Andai semua bisa ku putar ulang kembali. Andai aku bisa lebih tegas dengan diriku sendiri.
Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja?
Aku rindu bertukar kabar denganmu. Aku rindu bertukar cerita lagi denganmu hingga larut malam. Dimana dirimu? Sudahkah makanmu malam ini? Sudahkah tunai shalatmu malam ini, Tuan? Aku tak lagi bisa bertanya seperti itu padamu. Sungguh, aku begitu rindu.
Malam ini, tepat empat belas hari yang lalu kepergianmu. Tepat empat belas hari yang lalu kamu mengakhiri segalanya. Aku kehilanganmu.. Aku kehilangan segalanya..
Kamu mau tau tidak? Aku cukup frustasi dengan keputusanmu, aku sempat putus asa dengan hidupku. Aku tak tau harus melakukan apa. Aku merasa Tuhan tak adil dengan hidupku. Aku terlalu putus asa, Tuan. Hatiku hancur dengan sempurna. Aku terus menyalahkan diriku sendiri, aku terus menyalahkan semua keadaan. Andai semua bisa ku putar ulang kembali. Andai aku bisa lebih tegas dengan diriku sendiri.

